Ogoh-ogoh Anas digantung di Monas mejeng di Denpasar


Menjelang Hari Raya Nyepi ogoh-ogoh mulai menghiasi jalanan di Kota Denpasar. Yang unik, ogoh-ogoh Anas Urbaningrum yang tergantung di Monas ikut tampil.

Ogoh-ogoh mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu mejeng mulai hari ini di Jalan Kapten Sujana Denpasar. "Itu kita bikin sebagai simbol kerakusan," ujar Nyoman Tenaya (41), si pencipta ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh itu menggambarkan Anas memakai baju batik warna biru dipadu celana hitam dengan background Monas. Seekor kera tampak memegang tali warna hijau yang menjerat leher Anas.

Namun Tenaya tak mau menyebut ogoh-ogoh hasil karyanya sebagai Anas. "Saya tidak bilang Anas. Silakan publik mengartikan sendiri," ujar dia.

Tahun lalu, Tenaya membuat ogoh-ogoh berjudul "Miss Wisma". Sosok yang ditampilkan adalah Angelina Sondakh yang membonceng sepeda ontel Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara Partai Demokrat.
Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan. Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan; biasanya dalam wujud raksasa.

Ogoh-ogoh sebagai representasi Bhuta Kala, dibuat menjelang Hari Nyepi dan diarak beramai-ramai keliling desa pada senja hari Pangrupukan, sehari sebelum Hari Nyepi.




Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar