Dispenser Minuman Paling Unik Yang Pernah Diciptakan

»»  READMORE...

Cara yang gak Lazim Membangun Jembatan

»»  READMORE...

Mengintip Kepribadian Wanita dari Warna Bra


Lain kali jika kaum hawa berbelanja pakaian dalam, mungkin hal di bawah ini bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih warna.


Warna bra dan celana dalam perempuan ternyata bisa mengungkapkan diri penggunanya. Tepatnya menentukan jenis pecinta sang pengguna pakaian dalam itu.

Dona Dawson, seorang psikolog terkemuka di Inggris mengemukakan kesimpulan tersebut menyusul suatu penelitian yang menemukan bahwa tiga perempat perempuan di Inggris cenderung memakai pakaian dalam yang sewarna dengan kulit.

Pakaian dalam yang sewarna dengan kulit, menurut Dawson, berarti pemakainya tidak ingin menyembunyikan apa-apa.

Survey itu memang menemukan bahwa 72 persen perempuan suka mengenakan pakaian dalam yang sewarna dengan kulit, ketimbang yang berwarna putih, hitam, atau pakaian dalam yang terbuat dari bahan brokat yang lebih seksi.

Sebuah departement store terkemuka di Inggris, juga mendukung temuan itu setelah pencatatan penjualan pakaian dalam dengan warna itu terus meningkat 38 persen setiap tahun.

"Warna-warna hangat pada ujung spektrum yakni merah, jingga, dan kuning menciptakan perasaan senang dan kebugaran. Warna itu juga bisa meningkatkan tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan kita," kata Dawson seperti yang dikutip Daily Mail.

"Bra yang sewarna dengan kulit menunjukan kepribadian yang natural, santai, membumi, dan transparan. Perempuan itu lebih santai dan tidak menyembunyikan sesuatu," kata Dawson.

"Bra merah menunjukkan kepribadian yang bergairah, penuh energi, dramatis, dan penuh pengendalian," sebut Dawson.

"Pemakainya adalah jenis perempuan yang tidak malu-malu meminta apa yang dimauinya. Suasana hati dan kebutuhannya akan drama menjadi bagian dari daya tariknya," Dawson meneruskan.

"Bra merah jambu menunjukkan kepribadian yang romantis. lembut, dan butuh kasih sayang. Yang mengenakannya sangat feminim, sensual, dan tidak akan pernah mengambil peran pemimpin," ulas Dawson.

"Warna hitam artinya cenderung individualis dan penuh kuasa serta hangat. Perempuan yang mengenakannya termasuk mereka yang mempesona dan sangat bergairah," sambung Dawson lagi.

"Putih menunjukkan pribadi yang 'innocent' atau murni tetapi tetap terbuka untuk ditebak. Perempuan dengan Bra putih biasanya mereka yang ingin banyak belajar," pungkas Dawson.

Berikut warna bra dan maknanya:
* Sewarna dengan kulit (nude bra) berarti tidak ada yang perlu disembunyikan
* Merah berarti bergairah, penuh energi, dan penuh kendali
* Merah Jambu berarti romantis, lembut, dan butuh kasih sayang.
* Hitam berarti kuat tetapi hangat
* Putih berarti murni tetapi terbuka untuk masukan.











Sumber
»»  READMORE...

5 Fakta dan Resiko Menjadi Seorang Programmer Komputer


Profesi programer komputer merupakan salah satu profesi yang sangat pelik, bukan saja membutuhkan kemampuan berpikir logis,imajinatif, dan kreatif, melainkan membutuhkan stamina dan daya tahan tubuh yang baik. Maka tak heran profesi seperti programer ini riskan terhadap serangan penyakit dan gangguan kesehatan. Berikut adalah lima resiko yang harus dihadapi para programer:

1. Bisa Terkena Penyakit “Bell’s Palsy”
Bell’s palsy adalah nama penyakit yang menyerang saraf wajah hingga menyebabkan kelumpuhan otot pada salah satu sisi wajah. Terjadi disfungsi syaraf VII (syaraf fascialis). Berbeda dengan stroke, kelumpuhan pada sisi wajah ditandai dengan kesulitan menggerakkan sebagian otot wajah, seperti mata tidak bisa menutup, tidak bisa meniup, dsb. Beberapa ahli menyatakan penyebab Bell’s Palsy berupa virus herpes yang membuat syaraf menjadi bengkak akibat infeksi. Metode pengobatan berupa memeberikan obota-obatan sejenis steroid dapat mengurangi pembengkakan.
Kata Bell’s Palsy diambil dari nama seorang dokter dari abad 19, Sir Charles Bell, orang pertama yang menjelaskan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada saraf wajah.


2. Butuh kerja keras yang sangat ekstra
Terkadang seorang programmer harus begadang dan tidak tidur selama beberapa hari untuk menyelesaikan programnya.


3. Kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya
Biasanya seorang programmer lebih memilih untuk berdiam di rumah atau tempat ia bekerja dan selalu berada di depan komputernya.


4. Merasa terkucilkan oleh lingkunganya.
Secara psikologis, perasaan ini muncul akibat terlalu intens berhubungan dengan mesin-mesin dan cenderung jarang berhubungan dengan manusia. Akibatnya, meski belum sepenuhnya terjadi, programmer merasa dijauhi lingkungannya.


5. Berani dikejar waktu (harus tepat waktu)
Ini lah yang membuat seorang programmer menjadi pusing dan kelelahan, tidak terbayangkan jika harus mengerjakan sebuah aplikasi/program yang sudah menjadi kewajibannya.





»»  READMORE...