Whisky Halal Tanpa Alkohol Segera di Jual



Banyak orang berpikir tentang cara terbaik untuk menghindari penderitaan dari efek mabuk.
Namun berkat minuman baru ini anda tidak perlu khawatir, sebab ini merupakan Whisky pertama
di dunia yang bebas alkohol.

Pembuat ArKay yang dijuluki ‘Whisky Halal’, mengatakan minuman tersebut cocok untuk orang-orang
yang tidak bisa minum alkohol karena alasan agama.

Minuman yang akan dijual dalam kaleng seharga Rp 50 ribu sampai Rp 140 ribu ini akan dijual
di seluruh dunia pada tanggal 1 Desember.




“Rasa yang luar biasa dari wiski tanpa kandungan alkohol membuatnya menjadi minuman
sempurna pada siang maupun malam hari.” tutur seorang juru bicara ArKay, yang berbasis
di Amerika tersebut.

ArKay mempunyai kandungan alkohol nol persen dan dirancang untuk memungkinkan individu
dengan kondisi medis atau keyakinan agama yang melarang konsumsi alkohol, untuk mencicipinya.

“Bayangkan bisa menikmati minuman wiski favorit anda pada pesta tanpa khawatir mabuk dan
mengemudi.” tambahnya.




Minuman ini dibuat dengan perasa buatan dan bahan-bahan sesuai dengan regulasi
Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) dan peraturan US Food and Drug Administration (FDA).

Baik rasa dan bahan-bahannya diawasi secara ketat sesuai dengan pedoman halal.









Sumber
»»  READMORE...

Asal Mula Bakpao


Bakpao (Hanzi: 肉包, hanyu pinyin: roubao) merupakan makanan tradisional Tionghoa. Dikenal sebagai bakpao di Indonesia karena diserap dari bahasa Hokkian yang dituturkan mayoritas orang Tionghoa di Indonesia.
Bakpao sendiri berarti harfiah adalah baozi yang berisi daging. Baozi sendiri dapat diisi dengan bahan lainnya seperti daging ayam, sayur-sayuran, serikaya manis, selai kacang kedelai, kacang azuki, kacang hijau,dan sebagainya, sesuai selera. Bakpao yang berisi daging ayam dinamakan kehpao.
Kulit bakpao dibuat dari adonan tepung terigu yang setelah diberikan isian, lalu dikukus sampai mengembang dan matang. Pao itu berati “bungkusan”, Bakpao berarti “Bungkusan-bak” , bak itu artinya daging.
Untuk membedakan bakpao tanpa daging (vegetarian) dari bakpao berdaging biasanya di atas bakpao diberi titikan warna.
Sejarah/Legenda Bakpao
Sejarah Bakpao sendiri berasal dari salah satu bagian kecil dari roman terbaik sepanjang masa, Sānguó Yǎnyì. Zhuge Liang (181 – 234) adalah salah satu ahli strategis terbaik China, juga sebagai perdana menteri, insinyur, ilmuwan, dan penemu legendaris bakpao.
Cerita ini berawal pada zaman tiga negara (sam kok) ketika terjadi pemberontakan besar-besaran di daerah selatan Tiongkok, perdana menteri Tiongkok saat itu, Zhuge Liang meminta izin kepada kaisarnya, Liu Chan untuk menumpas pemberontakan di selatan itu, terkenal dengan sebutan ‘The Southern Campaign’ – Suku selatan itu disebut juga ‘Nanman’ atau ‘orang barbar dari selatan’. Raja di daerah selatan yang memberontak itu bernama Meng Huo.
Tak lama setelah Liang sampai di daerah selatan itu, Liang sudah mengalahkan Meng Huo 7 kali dan membebaskan 7 kali juga, dimana pada saat pembebasan ketujuhnya Meng Huo akhirnya menyerah dan berjanji tidak akan memberontak lagi kepada Shu Guo (saat itu belum ada sebutan Zhong Guo karena Tiongkok masih terpecah menjadi tiga negara: Shu, Wu, Wei).
Setiap kali membebaskan Meng Huo, Zhuge Liang selalu ditentang oleh jenderal-jenderalnya: “ Kenapa dia dibebaskan ? Bagaimana jika dia memberontak lagi? ”, Liang dengan tenang menjawab: “ Aku dengan mudah dapat menangkapnya kembali semudah mengeluarkan tanganku dari saku. Kini aku sedang mengalahkan hatinya ”
Zhuge Liang tahu jika Meng Huo ditangkap dan dibunuh, akan ada pengganti Meng Huo lainnya dan memberontak ke Shu, karena itu dia pikir lebih baik membuat pemimpin daerah selatan yang berpengaruh ini berpihak kepadanya dan Meng Huo bisa memimpin daerah selatan untuk setia kepada Shu.
Pada peperangan yang terakhir, yang ketujuh kalinya, Zhuge Liang membuat Meng Huo masuk ke lembah yang dikelilingi pegunungan. Dilembah itu Liang menaruh kereta pengangkut makanan. Ketika melihat kereta itu, Meng Huo langsung tertarik dan memimpin pasukannya masuk ke lembah itu.
Setelah pasukan Meng Huo mendekati kereta pengangkut makanan itu, ternyata kereta itu tidak berisi makanan melainkan bubuk mesiu! Langsung saja pasukan Shu yang sudah menunggu di kaki gunung memanah kereta-kereta yang penuh bubuk mesiu itu dengan panah api. Terjadi ledakan besar-besaran di lembah itu, dan dalam sekejap lembah itu menjadi lautan api yang menewaskan hampir semua pasukan Meng Huo.
Kemenangan ini tidak membuat Liang senang, ia hanya agak menyesali: “Jasaku sangat besar kepada negara, namun dosaku juga sangat besar kepada Langit(Tian/Tuhan); semoga Langit berkenan mengampuniku karena aku hanya menjalankan kewajiban menjaga keamanan negara.” Setelah kejadian ini, Meng Huo kembali ditangkap pasukan Liang.
Ketika Liang menemui Meng Huo, ia langsung melepaskan ikatan tali Meng Huo dan berkata: “ Silahkan anda pergi lagi dan mempersiapkan pasukan baru anda untuk bertarung kembali ”. Mendengar itu Meng Huo terharu dan berkata: “ Tujuh kali tertangkap, tujuh kali juga dibebaskan! Kejadian seperti ini seharusnya tidak pernah dan tidak akan terjadi!! Meskipun aku tidak punya adat istiadat, aku masih punya upacara keagamaan yang masih menjunjung etika. Tidak, aku tidak sehina itu! ” Setelah kejadian ini, suku selatan tidak pernah memberontak lagi kepada Shu.
Ketika dalam perjalanan akan kembali ke Cheng Du (ibu kota Shu), Zhuge Liang harus melewati sungai besar. Di sungai itu Liang tertahan karena selalu saja ada gelombang besar dan badai ketika pasukan Shu akan menyeberang. Zhuge Liang kemudian meminta pendapat Meng Huo yang ikut mengantar Liang dan Meng Huo berkata: “Sejak zaman nenek moyang kami, orang yang ingin melewati sungai itu harus melemparkan 50 kepala manusia untuk persembahan kepada roh sungai ”
Karena Liang tidak mau membuat pertumpahan darah lagi, ia membuat kue yang menyerupai kepala manusia: bulat namun rata didasarnya, dan kue ini disebut bakpao (baozi).
Sekarang, meskipun banyak yang tidak mengetahui asal usulnya, bakpao telah populer di seluruh dunia sebagai salah satu makanan tradisional Cina. Posisi bakpao bahkan sanggup menggantikan nasi seperti yang terlihat pada film Shaolin.



»»  READMORE...

Keripik Cireng, kudapan ringan dari Bandung


keripik cireng
keripik cireng
Memang benar, surga makanan ada di kawasan Bandung. Semua bahan makanan sepertinya dapat diolah menjadi panganan yang lezat nan nikmat. Dan kali ini saya ingin membagikan sebuah kudapan ringan yang baru-baru ini sedang in di kawasan Bandung. Namanya Keripik Cireng.
Dari namanya kita sudah bisa menebak, dari apa keripik cireng itu dibuat. Ya, seperti pembuatan cireng pada umumnya, yaitu dengan campuran aci atau tepung kanji, sedikit tepung terigu, air, garam dan penyedap rasa, keripik cireng pun sama cara pembuatannya. Namun, seperti halnya keripik, tekstur kenyal pada cireng biasanya tidak ada. Yang ada hanya kriuk renyah layaknya keripik.
Bentuk keripik cireng ini bundar, tidak terlalu tipis, dan berwarna kemerahan dikarenakan efek bumbu cabai halus. Keripik cireng ini biasanya dijual dengan dua tingkat rasa pedas yaitu pedas biasa dan pedas sekali yang bikin hidung meler. Satu plastik keripik cireng pedas dibungkus plastik transparan seberat 130 gram dan dihargai mulai Rp 11.000 - Rp 13.000.
keripik cireng, oleh-oleh Bandung
keripik cireng, oleh-oleh Bandung
Nah, bagi kalian yang ingin merasakan kudapan ringan khas bandung ini dapat segera mencarinya di tko-toko khas oleh-oleh Bandung yang tersebar di berbagai tempat di kota Bandung.
Selamat mencoba….



»»  READMORE...

Ini Bahayanya Jika Anda Bercinta Saat Sedang Haid


img 
Dok. Thinkstock
Tidak sedikit pasangan yang berani mengambil risiko bercinta saat si wanitanya sedang haid. Padahal berhubungan seks di masa-masa wanita menstruasi bisa berbahaya. Apa saja yang perlu diwaspadai?

Spesialis Onkologi di Jakarta Consultation Center, Prof. Dr. Li Yuan Zhong mengatakan ada tiga hal yang harus diwaspadai jika melakukan hubungan seks saat wanita sedang menstruasi, yaitu:

1. Endometriosis
Saat melakukan hubungan suami istri, wanita akan mengalami orgasme dan pada saat itu rahim akan berkontraksi yang menyebabkan darah kotor dari menstruasi bisa masuk ke dalam perut melalui saluran telur. Hal ini bisa menyebabkan timbulnya endometriosis pada tubuh wanita.

2. Infeksi
Hubungan suami istri biasanya akan menimbulkan luka dan endometriumnya mengalami peluruhan, darah menstruasi atau sperma yang tidak steril bisa masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan infeksi.

3. Bisa menyebabkan luka trauma di mulut rahim yang diakibatkan adanya infeksi

Mewaspadai tiga hal tersebut, Dr. Li Yuan pun menyarankan sebaiknya pasangan menunggu hingga haid wanita selesai. Setelah wanita sudah 'bersih', barulah pasangan tersebut bisa melakukan hubungan seks seperti biasa.

Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Dr. Andri Wanananda. Anggota Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) itu mengungkapkan saat haid terjadi pelepasan lapisan dalam dinding rahim (uterus) untuk kemudian diganti dengan lapisan baru.

"Prosesnya disertai dengan keluarnya 35 ml darah & 35 ml cairan serosa. Hal ini menunjukkan ada pembuluh darah yang terbuka," tulisnya dalam halaman konsultasinya untuk detikHealth.

Ketika bercinta saat wanita sedang haid, gerakan-gerakan Mr. Happy ketika penetrasi ke Miss V bisa memicu masuknya gelembung udara ke dalam pembuluh darah yang terbuka. "Dikhawatirkan terjadinya emboli, yaitu gelembung udara yang terbawa aliran darah dan bila menyumbat pembuluh darah sekitar jantung akan fatal akibatnya," tulisnya lagi.

Dr. Andri menyarankan untuk menyalurkan gairah yang meningkat saat haid, pasangan bisa melakukan penetrasi Mr. Happy tanpa ke dalam Miss. V. Misalnya dengan sentuhan manual, bibir atau lidah pasangan pada zona-zona erotik.









Sumber
»»  READMORE...